Sebagaimana
yang sama-sama kita ketahui, orang-orang wahhabi paling enggan disebut
sebagai wahhabi. Mereka menganggap bahwa sebutan wahhabi adalah sebuah celaan.
Karenanya mereka menolak disebut sebagai wahhabi.
Menanggapi
fakta tersebut, saya menukil ucapan salah seorang ulama wahhabi bernama
Bin Baz yang tertera dalam kitab “Fatawa Nur Aladdarob”. Pada soal nomor 6
terdapat pertanyaan mengenai penyebutan wahhabi untuk ulama Najd.
Saat
menjawab pertanyaan itu, Bin Baz tidak mengingkari bahwa Wahhabi memang
aliran yang dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Dia hanya menjelaskan
misi dan perjalanan dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab. Kemudian Bin Baz
menyatakan bahwa penamaan wahhabi adalah penamaan yang mulia dan tidak ada yang
mengingkarinya.
Berikut
screen shot ucapan saya:
Point
dari ucapan saya adalah Bin Baz mengakui bahwa Wahhabi adalah nama yang
dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Dia juga mengakui bahwa nama
wahhabi adalah gelar yang mulia.
Menanggapi
ucapan tersebut, Wahhabi menulis artikel bantahan berjudul “MAKSUD
SEBENARNYA DARI SYAIKH BIN BAZZ MENGENAI ISTILAH “WAHHABIY” , MENYINGKAP TADLIS
QOSIM IBN ALY”
Setelah
saya baca berulang kali, saya menyimpulkan bahwa subtansi artikel itu ada dua point,
yaitu fitnah dan tadlis (pengkaburan).
Fitnah
yang dilakukan oleh wahhabi dalam bantah itu ada tiga, yaitu:
a. Wahhabi
menfitnah saya telah memproklamirkan diri sebagai ustadz.
b. Wahhabi menfitnah
saya telah melakukan tadlis atas ucapan Bin Baz.
c. Wahhabi
menfitnah saya fanatic dan menjelek-jelekan ulama.
Tanggapan Saya:
ALLOHUMMA
SUBHANAK, HADZA BUHTAN AZHIM. Maha Suci Engkau Ya Alloh, (ucapan Wahhabi) ini
adalah kebohongan yang sangat besar.
a. Apakah saya
memproklamirkan diri sebagai ustadz?
Saya
belum pernah sekalipun memproklamirkan diri sebagai ustadz. Justru saya selalu
menolak disebut sebagai ustadz. Semua orang yang mengenal saya, sangat
mengetahui ini. Lalu bagaimana wahhabi menuduh saya seperti itu?
Mengapa
wahhabi tidak menunjukan bukti berupa screen shot tetang ucapan saya
yang memproklamirkan diri sebagai ustadz? Bukankah seorang penuduh harus
menunjukan bukti?
b. Apakah saya
melakukan tadlis atas ucapan Bin Baz?
Saya
sama sekali tidak melakukan tadlis atas ucapan Bin Baz. Saya mengatakan: “Bin
Baz mengakui bahwa Wahhabi adalah nama yang dinisbatkan kepada Muhammad
Bin Abdul Wahhab. Ia juga mengakui bahwa nama wahhabi adalah gelar yang
mulia sebagaimana yang akan saya jelaskan pada point ke-dua.
c. Apakah saya
fanatic dan menjelek-jelekan ulama?
Mengenai
fanatic, anda bisa menilainya sendiri setelah anda menyelesaikan membaca
artikel ini. Adapun mengenai “menjelek-jelekan ulama”, maka saya katakana bahwa
saya tidak menjelek-jelekan ulama bahkan ulama wahhabi sekalipun.
Silahkan
anda lihat screen shot ucapan saya di atas. Adakah kalimat yang mengandung
unsur menjelekan ulama?
Sebaliknya
kita menemukan banyak sekali ucapan wahhabi yang menjelek-jelekan ulama
dan umat islam. Ulama yang melakukan ziarah kubur, disebut penyembah kuburan.
Ulama yang bertawasul, disebut tokoh kemusyrikan. Ulama yang merayakan maulid
Nabi, disebut sesat.
Mengenai
mengapa saya tidak menuliskan doa “Rohimahulloh” setelah menulis nama Muhammad
Bin Abdul Wahhab, semua itu saya lakukan sebab menulis doa setelah nama
seseorang adalah bid’ah. Sedangkan menurut wahhabi, setiap bid’ah adalah sesat.
Jadi
apa yang saya lakukan bukan bukti bahwa saya menjelek-jelekan ulama. Melainkan bukti
bahwa saya sangat menghargai pendapat ulama wahhabi terkait semua bid’ah adalah
sesat. Saya tidak mau memberi doa bid’ah dibelakang nama ulama wahhabi sebagai
rasa hormat saya kepada mereka.
Demikian
juga saya tidak menulis kata Syekh didepan nama ulama wahhabi sebab itu adalah
bid’ah. Saya ingin menghormati ulama wahhabi. Karenanya saya tidak mau memberi
sesuatu yang bid’ah didepan nama ulama wahhabi.
2. Tadlis
Wahhabi
Tadlis
yang dilakukan oleh wahhabi dalam artikel yang digunakan untuk membantah
ucapan saya ada dua, sebagai berikut:
a. Wahhabi
mengatakan bahwa Bin Baz tidak mengakui penamaan Wahhabi adalah
dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab.
b. Wahhabi
mengatakan bahwa kesimpulan dari ucapan Bin Baz adalah ia mengatakan bahwa nama
Wahhabi dinisbatkan kepada salah satu asma’ Alloh, yaitu Al-Wahhab.
Tanggapan Saya:
a. Benarkah Bin
Baz tidak mengakui penamaan Wahhabi dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul
Wahhab?
Apa
yang dikatakan oleh wahhabi adalah merupakan tadlis (pengkaburan) atas ucapan
Bin Baz. Sebab dengan jelas, Bin Baz mengiyakan bahwa Wahhabi adalah
nama yang dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab.
Dengan
jelas, Bin Baz menjawab: “Laqob penamaan ini (Wahhabi-red) masyhur (dinisbatkan) terhadap para ‘Ulama
Tauhid, ‘Ulama di Najd, penamaan tersebut disandarkan oleh mereka kepada
Asy-Syaikh Al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab.”
Bin
Baz sama sekali tidak menolak penisbatan tersebut. Di mana letak penolakan Bin
Baz?
Adapun
mengenai ucapan Bin Baz yang saya potong, -itu sengaja saya lakukan- bukan
karena saya ingin membohongi umat islam atau untuk memelintir ucapan Bin
Baz sebagaimana yang dituduhkan oleh wahhabi.
Melainkan
karena subtansi ucapan Bin Baz yang saya potong itu, hanya penjelasan mengenai misi
dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab dan perjalanannya. Sedangkan tema yang saya
bahas bukan misi dan perjalanan dakwahnya. Melainkan saya membahas kebenaran
penisbatan nama wahhabi kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab.
Berikut
Creen shot ucapan Bin Baz yang saya potong:
Teks yang berwarna merah menceritakan misi dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab
serta perjalanannya. Saya tidak sedang membahasnya. Karena itu saya tidak
menukilnya alias saya potong sebab itu bukan pembahasan saya.
Pemotongan
yang saya lakukan adalah seperti pemotongan yang dilakukan oleh ulama
terhadap teks hadits “Innamal A’malu
Binniyat.” Para ulama hanya menukil kalimat tersebut, padahal teks haditsnya
masih panjang.
Pemotongan
itu mereka lakukan karena mereka hanya membahas masalah niyat sebagaimana saya
memotong ucapan Bin Baz yang menceritakan misi dan perjalanan dakwah Muhammad
bin Abdul Wahhab.
Pemotongan ini saya lakukan karena saya tidak membahas misi dan perjalanan dakwah Ibn Abdul Wahhab. Melainkan saya membahas kebenaran penisbatan nama wahhabi kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Pemotongan seperti ini tidak termasuk tadlis.
Pemotongan ini saya lakukan karena saya tidak membahas misi dan perjalanan dakwah Ibn Abdul Wahhab. Melainkan saya membahas kebenaran penisbatan nama wahhabi kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Pemotongan seperti ini tidak termasuk tadlis.
Setelah
menceritakan misi dan perjalanan dakwah Ibn Abdul Wahhab, Bin Baz mengatakan
bahwa penamaan Wahhabi adalah nama yang mulia dan tidak ada yang
mengingkarinya.
Berikut
Screen Shotnya:
Teks
yang berwarna merah masih menceritakan misi dan perjalanan dakwah Muhammad Bin
Abdul Wahhab. Sedangkan teks yang berwarna hijau adalah pengakuan Bin Baz bahwa
nama wahhabi adalah gelar yang mulia.
Di
ahir pembahasan, Bin Baz membuat kesimpulan dan mengatakan:
“Dan
maqshud dari ini semuanya adalah bahwa dakwah ini dan laqab tersebut
(Wahhabi-red) ditujukan kepada orang yang berdakwah menyeru kepada Tauhidullah,
mengingkari syirik. Sebagian orang-orang bodoh menamakannya dengan nama
“Wahhabiy” karena kebodohan mereka terhadap hakikat yang sebenarnya dan tidak
adanya ‘Ilmu/Pengetahuan mereka tentangnya.”

Menurut
Bin Baz, penyebutan wahhabi ditujukan kepada orang yang berdakwah kepada
tauhidillah.
Saya
katakan: Ulama Najd dan para pengikut Muhhamad Bin Abdul Wahhab mengaku
berdakwah kepada tauhidiilah. Jadi kesimpulan Bin Baz ini merupakan pengakuan
bahwa nama “WAHHABI” adalah benar-benar dinisbatkan kepada Muhhammad Bin Abdul
Wahhab.
Subtansi Ucapan
Bin Baz:
1. Bin Baz
mengakui bahwa nama Wahhabi adalah dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul
Wahhab.
2. Bin Baz
menceritakan misi dan perjalanan dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab.
3. Bin Baz
mengakui bahwa penyebutan wahhabi adalah nama yang mulia.
4. Nama wahhabi
diberikan oleh orang-orang bodoh untuk menyebut ulama najd dan seluruh pengikut
Muhammad Bin Abdul Wahhab.
Dari
4 subtansi itu, saya menyimpulkan bahwa Bin Baz mengakui bahwa Wahhabi adalah
nama yang dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Sebab, Bin Baz tidak
membantah penisbatan itu. Bin Baz juga mengakui bahwa nama wahhabi adalah gelar
yang mulia sekalipun keluar dari orang bodoh.
Dimana
letak tadlis yang saya lakukan? Bukankah Bin Baz tidak menolak nama Wahhabi
dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul wahhab? Bukankah setelah menceritakan
misi dan perjalanan dakwah Muhammad Bin Abdul Wahhab, kemudian Bin Baz
mengatakan bahwa nama wahhabi adalah laqob yang mulia?
Kesimpulan
Wahhabi atas ucapan Bin Baz.
1. Penamaan
wahhabi adalah penamaan yang mulia karena dinisbatkan kepada salah satu asma’
Alloh, yaitu Al-Wahhab.
2. Penamaan
wahhabi yang dilakukan oleh orang-orang bodoh ditujukan kepada ahlu tauhid.
3. Bagi mereka
Penyebutan wahhabi adalah sebuah celaan.
Tanggapan Saya:
1. Bin Baz sama
sekali tidak mengatakan bahwa nama wahhabi dinisbatkan kepada salah satu asma’
Alloh. Sebagaimana yang akan saya jelaskan pada tanggapan nomor dua.
2. Kesimpulan
nomor dua adalah pengakuan Bin Baz bahwa nama wahhabi dinisbatkan kepada
Muhammad Bin Abdul Wahhab. Sebab, para pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab
mengaku mereka adalah ahlu tauhid. Pengakuan ini meruntuhkan kesimpulan wahhabi
pada point pertama.
3. Kami tidak
pernah menganggap penyebutan wahhabi sebagai suatu hinaan. Justru kalian yang
merasa terhina jika disebut wahhabi. Buktinya: sampai detik ini kalian masih
menolak disebut wahhabi sampai-sampai melakukan tadlis atas ucapan Bin Baz.
Tadlis Wahhabi
Atas Ucapan Bin Baz:
Pada
point pertama saat menyimpulkan ucapan Bin Baz, wahhabi mengatakan:
“Maksud
Syaikh bin Bazz bahwa Wahhabiy adalah penamaan yang mulia dan petanda orang
yang dikatakan demikian adalah dari Ahlut-Tauhid karena sebenarnya
Wahhabiy adalah nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), salah satu
diantara Asma’ul-Husna.”
Intinya: menurut wahhabi maksud ucapan Bin Baz adalah nama wahhabi merupakan
penamaan yang mulia karena dinisbatkan kepada salah satu asma’ Alloh, yaitu
Al-Wahhab.
Padahal
Bin Baz tidak mengatakan hal itu. Justru Bin Baz mengatakan bahwa nama wahhabi
dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Kata Bin Baz:
“Laqob
penamaan ini (Wahhabi-red) masyhur (dinisbatkan) terhadap para ‘Ulama Tauhid,
‘Ulama di Najd. Penamaan tersebut disandarkan oleh mereka kepada Asy-Syaikh
Al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahmatullah ‘alaih.”
Inilah
Tadlis yang dilakukan oleh wahhabi. Namun wahhabi memutar balikan fakta dan
menfitnah saya telah melakukan tadlis. Dan anda tahu sendiri bahwa Wahhabi-lah
yang melakukan tadlis (pengkaburan) atas ucapan Bin Baz.
Bin
Baz mengakui nama wahhabi dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab
sekalipun dilakukan oleh orang-orang bodoh sedangkan wahhabi mengatakan Bin Baz
menolak hal itu. Dimana letak penolakannya?
Wahhabi
juga mengatakan maksud ucapan Bin Baz adalah nama Wahhabi dinisbatkan kepada
salah satu asma’ Alloh yaitu Al-wahhab. Di mana letak ucapan tersebut?
Inilah
adalah tadlis. Tadlis yang dilakukan oleh wahhabi ini merupakan bukti bahwa
sebenarnya wahhabi-lah yang fanatic. Namun mereka malah menuduh saya fanatic.
Umat
islam sudah mengetahui adat wahhabi memang seperti itu. Mereka gemar menfitnah,
gemar melakukan tadlis, dan gemar memutarbalikan fakta. Inilah alasan mengapa
umat islam yang disebut bodoh oleh wahhabi menjauhi wahhabi.
Kesimpulan Artikel
Ini
1. Saya tidak
pernah memproklamirkan diri sebagai ustadz. Justru saya selalu menolak disebut
sebagai ustadz. Umat islam yang mengenal saya, sangat mengetahui hal ini. Maka
ketika wahhabi menuduh saya memproklamirkan diri sebagai ustadz, tuduhan ini
adalah fitnah.
2. Saya tidak
pernah menjelek-jelekan ulama bahkan ulama wahhabi sekalipun. Justru yang gemar
menjelek-jelekan ulama adalah wahhabi. Maka ketika wahhabi menuduh saya
menjelek-jelekan ulama, tuduhan ini adalah merupakan pemutar balikan fakta.
3. Saya tidak
melakukan tadlis atas ucapan Bin Baz. Sebab, Bin Baz memang tidak menolak bahwa
nama wahhabi dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab. Kemudian ia mengakui
bahwa nama wahhabi adalah nama mulia sekalipun deberikan oleh orang bodoh.
4. Wahhabi menyimpulkan
bahwa Bin Baz mengatakan nama wahhabi dinisbatkan kepada salah satu asma’
Alloh. Padahal Bin Baz tidak mengatakan hal itu. Ini adalah tadlis yang
dilakukan oleh wahhabi atas ucapan Bin Baz.
5. Wahhabi
menganggap nama “Wahhabi” digunakan oleh orang-orang bodoh untuk mencela
pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab yang ngaku-ngaku sebagai ahlu tauhid. Padahal
penamaan itu bukan untuk mencela. Melainkan fakta bahwa Muhammad Bin Abdul
Wahhab adalah pencetus misi dan dakwah model wahhabi.
Jadi,
bukan orang bodoh yang menggunakan nama wahhabi untuk mencela, melainkan
pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab yang merasa dicela disebut sebagai wahhabi. Buktinya,
sampai detik ini mereka tidak mau disebut sebagai wahhabi.
Intinya:
Wahhabi adalah tukang fitnah, tukang tadlis, tukang pemutarbalik fakta. Inilah jawaban
untuk artikel Wahhabi berjudul “MAKSUD SEBENARNYA DARI SYAIKH BIN BAZZ
MENGENAI ISTILAH “WAHHABIY”, MENYINGKAP TADLIS QOSIM IBN ALY” Sebuah
artikel yang ditulis dengan nada penuh kebencian yang dipenuhi dengan
fitnah, tadlis, pemutarbalikan fakta, cacian dan provokatif. Sama sekali tidak
sesuai dengan moto websitenya.
Ahirnya,
Saya yang (menurut wahhabi) bodoh dan miskin ini, mau bertanya kepada wahhabi
yang pintar dan kaya itu: “Bagaimana hukum menfitnah, melakukan tadlis, dan
memutarbalikan fakta, dalam persepsi wahhabi?” Jawab wahai wahhabiyuun!!!
No comments:
Post a Comment